Kalau mau download aplikasi LAGU ANAK KAK ZEPE di Playstore silakan klik APLIKASI LAGU ANAK KAK ZEPE vol 1, dan APLIKASI LAGU ANAK KAK ZEPE vol 2

Masukkan E-mail anda (atau teman anda) buat berlangganan artikel, lagu, dan dongeng anak blog ini.

Masukkan Kata Kunci Jenis/Judul Artikel/Lagu Yang Anda Cari, lalu klik SEARCH!

Penasaran dengan aplikasi terbaru Kak Zepe berjudul "LAGU ANAK KAK ZEPE VOL 2"?

Tonton Videonya dengan KLik --> yuk Nonton Video Klip Aplikasi LAGU ANAK KAK ZEPE VOL 2. + TEpuk Edukatif Untuk TK DAN PAUD

Yuk nonton video klip Aplikasi GRATIS  "LAGU ANAK KAK ZEPE vol 2" , dengan klik gambar di bawah ini. Kalau mau download aplika...

Aktifkan Akun FACEBOOK anda, lalu klik gambar di bawah untuk belanja Buku Pendidikan Anak dan PAUD

Monster Almari


Mama dan Papaku membeli sebuah rumah baru. Rumah baruku begitu besar. Usia rumah baruku sudah ratusan tahun. Dinding dan pondasi rumah baruku begitu besar dan kuat.

Aku juga memiliki sebuah kamar tidur yang baru. Di dalam kamar tidur aku menemukan sebuah almari yang begitu besar. Almari itu terlihat sangat tua namun terbuat dari kayu yang kokoh. Aku mencoba membuka almari tua itu dengan hati-hati. Saat pintu almari terbuka, aku tidak menemukan apapun di dalam almari itu. Setelah itu aku segera menutup pintu almari tua itu. Aku lalu keluar dari kamar untuk membersihkan bagian luar rumah baruku.

Pada malam harinya, setelah makan malam bersama dengan Mama dan Papa, aku segera pergi ke kamar tidur baruku. Aku sangat kelelahan hari ini, karena tadi siang dan sore hari aku membersihkan rumah baruku. Aku segera merebahkan tubuhku untuk tidur.

Saat aku telah terlelap, secara tiba-tiba, aku mendengar suara seseorang yang sedang mengetuk pintu. Aku pun terbangun untuk melihat siapa yang datang. Aku menatap ke arah pintu kamar. Tidak lama kemudian suara ketukan pintu itu kembali terdengar. Ternyata suara itu bukan berasal dari pintu kamar, melainkan dari pintu almari tua.
Aku segera berjalan mendekati pintu almari itu. Setelah aku berada di depan almari itu, aku berkata,”Siapa yang ada di dalam??”

Lalu aku mendengar ada beberapa orang menjawab dengan bersamaan,”Kami adalah monster yang bahagia dan baik hati. Kami adalaHAPPY MONSTER. Apakah kamu takut pada monster?”

“Aku tidak takut pada siapa pun, bila mereka baik hati.” Jawabku dengan singkat.

Lalu monster itu kembali bertanya,”Apa kamu mau berjanji?”

“Ya... Aku berjanji.” Jawabku lagi.

“Baiklah kalau begitu, agar kamu tidak terkejut, silakan kamu sendiri yang membuka pintu almari ini.” Pinta monster itu.

Aku pun menjawab sambil membuka pintu almari itu pelan-pelan,”Baiklah... .”

Setelah itu, aku pun membuka pintu almari itu dengan perlahan-lahan. Setelah pintu terbuka, aku melihat ada tiga monster di dalam almari. Mereka sangat lucu. Aku tidak takut saat melihat wajah mereka, karena bagiku mereka adalah mahluk yang lucu. Aku juga yakin jika mereka tidak mungkin menyakitiku.

Monster itu memiliki kulit yang berwarna-warni. Setelah aku puas tertawa melihat penampilan ke tiga monster itu, aku segera memperkenalkan diriku. “Hai... Namaku
John. Aku adalah penghuni baru di sini. Senang berkenalan denganmu.”

Tidak lama kemudian, para monster itu pun memperkenalkan diri mereka masing-masing secara lengkap.

Monster berwarna merah segera maju dan memperkenalkan dirinya,”Hai... Namaku Redy. Aku memiliki delapan mata, tiga telinga, empat hidung, dan dua mulut.”

Kemudian disusul dengan monster yang berwarna Biru,”Hai... Namaku Bluly. Aku memiliki tujuh telinga, enam mata, satu hidung, dan tiga mulut.”

Lalu tiba saatnya monster kuning untuk memperkenalkan dirinya,”Hai... Namaku Yelly. Aku memiliki sepuluh mata, Sembilan telinga, lima hidung, dan tiga mulut.
Mereka berkata secara bersamaan,”Senang berkenalan denganmu... .”

Aku pun membalasnya,”Senang berkenalam denganmu juga.... .”

Malam itu aku tidak tidur, karena aku bermain perang bantal bersama monster-monster itu. Aku senang sekali bermain bersama mereka.Permainan bantal pada malam hari itu telah menyebabkan kapas-kapas bantal berhamburan kemana-mana. Kami bermain perang bantal hingga kami kelelahan. Pada saat aku mulai kelelahan, aku kembali merebahkan tubuhku di tempat tidur. Secara tidak sadar, aku telah tertidur dengan lelapnya.

Pagi harinya Papa berteriak marah-marah untuk membangunkanku,”John... Mengapa ada banyak kapas berhamburan di kamarmu? Mengapa kamu juga merusak bantal-bantal baru yang Papa belikan?”

Aku tidak bisa berkata apa-apa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Papa. Setelah aku bangkit dari tidurku, aku melihat ke arah almari tua itu. Aku melihat pintu almari tua itu terbuka, dan aku tidak menemukan siapa pun dan apa pun.




Blog lagu, dongeng, pendidikan anak:
http://www.lagu2anak.blogspot.com
http://funchildsongs.blogspot.com
(Zepe Heru Saputra S.S)

Telur Naga


Di sebuuah hutan, hiduplah seorang petani yang bernama Pak Benny. Pak Benny tinggal di sebuah hutan yang jauh dari keramaian kota. Dia tinggal bersama seorang istri dan seorang anak laki-lakinya. Dia memiliki sebuah peternakan kambing. Seluruh kambing Pak Benny berjumlah 10 ekor kambing. Jumlah yang tidak terlalu banyak, namun sangat berarti baginya.

Pada suatu malam, Pak Benny mendengar ada suara auman serigala. Pak Benny menjadi sangat resah. Biasanya, bila pada malam hari terdengar auman serigala, gerombolan serigala sedang berada sangat dekat dari rumahnya. Tentu saja domba-domba Pak Benny dalam keadaan terancam.

Pada suatu pagi, Pak Benny memeriksa kambing-kambingnya. Pak Benny menghitung kambing yang dia miliki satu persatu. Ternyata apa yang dia takutkan terjadi juga. Pak Benny telah kehilangan seekor kambingnya. Pak Benny kini hanya memiliki 9 ekor kambing. Pak Benny masih mencoba untuk berpikir positif. Mungkin saja seekor kambingnya yang hilang tersebut melarikan diri dari kandang.

Pada hari berikutnya, Pak Benny kembali memeriksa kambing-kambingnya. Dia kembali bersedih, karena Pak Benny telah kehilangan seekor kambingnya lagi. Kini Pak Benny hanya memiliki 8 ekor kambing. Pak Benny tentu saja menjadi semakin resah. Dia semakin ketat menjaga kambing-kambingnya hingga larut malam. Pak Benny tahu kelemahan serigala tersebut. Mereka takut pada api. Namun Pak Benny sering tertidur saat menjaga kambing-kambingnya akhirnya Pak Benny kehilangan seekor kambingnya lagi.

Pada serangan pertama, Pak Benny telah kehilangan seekor kambing. Pada serangan kedua, Pak Benny telah kehilangan seekor kambing lagi. Pada serangan ketiga Pak Benny kehilangan seekor kambngnya lagi. Pada serangan keempat, Pak Benny kehilangan seekor lagi. Begitu dan seterusnya, hingga Pak Benny kini hanya memiliki 2 ekor kambing. Jadi gerombolan serigala tersebut sudah menyerang kambing-kambing Pak Benny sebanyak 8 kali.

Pada suatu hari, Pak Benny berjalan-jalan di sekitar kebun sayurnya sambil berpikir tentang bagaimana mengatasi serangan gerombolan serigala. Pada saat berjalan mendekati sungai yang berada di dekat kebun sayurnya, Pak Benny melihat ada sebuah telur yang berukuran sangat besar. Pak Benny tahu kalau telur tersebut adalah telur Naga yang berjenis “Human Eater”. Naga Human Eater adalah jenis naga yang sering memakan manusia. Pada awalnya Pak Benny akan memecahkan telur itu, agar nantinya tidak membahayakan keluarganya. Namun Pak Benny punya pikiran yang lain. Dia ingin memasak telur itu, dan menjadikannya sebagai lauk makan malam.

Dengan bersusah payah, Pak Benny membawa telur itu dengan sebuah gerobag. Telur itu memang sangat berat dan berukuran besar. Sehingga memerlukan sebuah alat untuk membawa telur itu menuju rumahnya. Namun dalam perjalanan menuju rumahnya, telur itu bergerak-gerak. Kemudian terdengar suara ,”klak..klak...” yang lumayan keras.

Pak Benny segera menghentikan laju gerobagnya. Dia pun berlari dan bersembunyi di balik pohon. Lalu telur itu pecah dengan sendirinya. Keluarlah kapala seekor naga kecil yang seukuran dengan anak manusia yang berusia remaja. Naga itu berusaha keluar dari cangkang yang masih menyelimuti tubuhnya. Naga itu pun memecahkan seluruh cangkang yang masih menutup tubuhnya. Dengan bersusah payah, naga kecil itu belajar berdiri, dan berjalan. Ternyata naga itu bisa dengan cepat berdiri. Naga itu juga memiliki sepasang sayap. Namun pada saat itu anak naga itu hanya belajar bediri dan berjalan saja.

Pak Benny yang terus mengamati gerak-gerik naga itu pada awalnya sangat ketakutan. Namun karena dia masih penasaran, dia berusaha terus mengamati perilaku anak naga itu. Pak Benny tidak tahu, kalau naga itu bisa mencium bau daging manusia dengan jarak yang lumayan jauh. Tiba-tiba saja, naga itu menatap ke arah Pak Benny. Rupanya naga itu menyadari kalau ada seseorang di dekatnya. Pak Benny sangat terkejut saat naga itu menatap tajam ke arahnya. Dengan spontan Pak Benny pun berlari. Melihat Pak Benny berlari naga itu pun berusaha mengejarnya.

Pak Benny sangat terkejut ketika melihat anak naga itu ternyata sudah berada di depannya. Anak naga itu ternyata bisa terbang, sehingga secepat-cepatnya Pak Benny berlari, anak naga itu bisa dengan mudah mengejarnya. Anak naga itu meraung dengan suara yang sangat pelan, karena anak naga itu tergolong masih bayi. Anak naga itu pun segera mendekati Pak Benny dengan cara melayang sambil terus mengkibas-kibaskan sayapnya. Pak Benny menjadi sangat ketakutan.

Pak Benny akhirnya menyerah. Dia ingin membiarkan anak naga itu memakan tubuhnya. Pak Benny hanya merunduk , berjongkok, sambil memejamkan matanya. Namun ternyata anak naga itu menjilati kepala Pak Benny. Pak Benny menjadi kegelian dan tertawa-tawa. Dengan kepalanya, anak naga itu mengangkat tubuh Pak Benny agar mau berdiri dan kembali berlari. Ternyata anak naga itu mengira kalau Pak Benny sedang mengajaknya bermain kejar-kejaran. Bermain kejar-kejaran adalah permainan yang sangat menarik bagi anak naga itu, karena bisa melatihnya untuk menguatkan anggota tubuhnya terutama kaki, tangan, dan sayapnya. Siang hari itu, mereka bermain kejar-kejaran selama berjam-jam. Setelah sore hari menjelang, Pak Benny merasa kelelahan, akhirnya Pak Benny mengajak anak naga itu pulang ke rumahnya.

Sore itu Pak Benny memperkenalkan anak naga itu kepada anak dan istrinya. Mereka pun memberi nama anak naga itu dengan panggilan Dracute. Malam harinya, Pak Benny, istri, dan anaknya, makan bersama dengan Dracute. Pada saat mereka sedang asyik menikmati makan malam, tiba-tiba saja Dracute mendenger sesuatu gerakan. Dracute bisa mendengar suara dengan frekuensi yang sangat kecil. Setelah melihat tingkah laku Dracute yang aneh, Pak Benny pun langsung melihat ke luar jendela. Diantara kegelapan, Pak Benny melihat ada berpuluh kawanan serigala sedang mendekati kandang kambingnya. Menyadari adanya serangan serigala tersebut, Pak Benny segera memerintahkan Dracute untuk menyerang kawanan serigala tersebut.

“Dracute.... . Serang kawanan serigala itu. Mereka akan memakan kambing-kambingku!” Kata Pak Benny dengan suara lantang.

Dengan cepat, Dracute segera terbang melewati jendela rumah Pak Benny dan menyerang kawanan serigala tersebut. Kawanan serigala tersebut berjumlah 15 ekor serigala. Dengan semburan apinya, Dracute bisa menghabisi 5 ekor serigala hingga hangus. Serigala-serigala pun lari berhamburan kembali ke dalam hutan. Pak Benny sangat bergembira pada malam ini, karena dia tidak akan kehilangan kambing-kambingnya lagi. Malam ini, kambing-kambing Pak Benny aman. Pak Beny pun merasa sangat bahagia.

Tahun demi tahun pun berlalu, kambing Pak Beny pun semakin bertambah. Dulu Pak Benny hanya memiliki 2 ekor kambing saja. Sekarang, Pak Benny telah memiliki 13 ekor kambing. Pak Benny yang dulunya hanya memiliki satu orang anak, kini telah memiliki 7 orang anak. Dracute pun kini telah tumbuh menjadi seekor naga yang besar. Tingginya sudah jauh melebihi pohon kelapa. Dracute kini bukanlah seekor naga yang lucu lagi, karena ukuran tubuhnya yang sudah sangat besar.

Pada suatu hari, Pak Benny dan keluarganya bersedih karena mereka telah kehilangan seorang anaknya. Pak Benny masih tidak tahu sebab hilangnya seorang anaknya tersebut. Kini Pak Benny hanya memiliki 6 orang anak. Dua minggu kemudian, Pak Benny kehilangan seorang anaknya lagi. Kini berapa anak yang dimiliki Pak Benny?? Dan menurut kamu, bagaimana anak-anak Pak Benny bisa hilang begitu saja?



Blog lagu, dongeng, pendidikan anak:
http://www.lagu2anak.blogspot.com
http://funchildsongs.blogspot.com
(Zepe Heru Saputra S.S)

Kucing Terhebat (Dongeng anak lucu, cerita anak, cerpen buat / untuk anak, cerita pendek buat children, story telling, cerita jenaka/humor)

Blog lagu, dongeng, pendidikan anak:
http://www.lagu2anak.blogspot.com
http://www.funchildsongs.blogspot.com
(Zepe Heru Saputra S.S)
-->
Ada tiga ekor kucing sedang ngobrol. Mereka adalah kucing oranye, kucing hitam, dan kucing belang. Kucing oranye memiliki tubuh tidak terlalu besar. Namum memiliki kecepatan berlari yang cukup tinggi dan sangat lincah. Kucing hitam memiliki tubuh yang besar. Badannya sangat kekar, besar tubuhnya hampir menyerupai anjing. Sedangkan kucing belang memiliki tubuh yang kurus dan lemah. Dia adalah kucing yang kurus dan lemah. Mereka sedang memamerkan kehebatan mereka. 


Nonton Aplikasi GRATIS "LAGU ANAK KAK ZEPE VOL 2" DULU YUK.... Download aplikasinya dengan klik bit.ly/1VFq9kS 




Kucing Oranye : Hei temen-temen... . Aku pernah menggigit ekor anjing lho, waktu dia lagi tidur. Hahaha... Langsung deh anjing itu teriak “Kaing-kaing... .” Waktu aku melarikan diri, dia tidak bisa mengejar aku, gara-gara kesakitan.
Kucing Hitam : Ahhh.... Itu sih belum apa-apa. Kemaren aku malah secara jantan, menantang srigala bertarung. Kita sepakat untuk bertarung sampai salah satu diantara kita ada yang mati. Dan... Lihatlah teman-teman.... Sekarang saya masih hidup.

Dua ekor kucing sudah menceritakan kehebatannya. Tinggal kucing belang yang belum menceritakan kehebatannya. Kucing oranye pun sudah tertawa sinis dan berpikir,”Hehehe... Untung masih ada yang lebih buruk daripada aku... .” Kucing belang adalah kucing yang kurus, ingusan, dan tubuhnya terlihat lemah sekali.
Kucing oranye : Ayolah belang... Ceritakan saja apa kehebatanmu... .Kita tidak akan mengejek kok, walaupun kita tahu kalau kamu tidak sehebat kita.

Namun kucing belang hanya terdiam lesu dan tidak bersemangat. Tidak lama kemudian dia malah beranjak pergi tanpa sepatah katapun. Kucing hitam dan Kucing Oranye pun langsung marah-marah karena merasa dicuekin.
Kucing hitam : Heh...  Mau kemana kamu??? Cerita dulu apa kehebatanmu!!!
Kucing belang : Aduh... Sori ya temen-temen. Aku nggak ada waktu... . Aku ada janji sama singa buat jalan-jalan keliling hutan, habis itu ada kerjaan gosokin gigi buaya.
Pesan Moral:
Jangan menilai seseorang
hanya dari penampilan luar.

Artikel ini ditulis oleh Kak Zepe, Pencipta Lagu Anak di dalam aplikasi LAGU ANAK KAK ZEPE. Aplikasi ini bisa didownload GRATIS secara online dengan media android, Ipad, dan Ipod.Untuk mendownloadnya silakan search di GOOGLE PLAYSTORE, 
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.educastudio.kolakkakzepe1 
 

Harapanku


Tlah kau kayuhkan bahtera harapan,
tuk arungi samudra kehidupan.
Dalam hati tertanam,
segala cita dan harapan.
Pupuklah dengan tekad,
siramilah dengan semangat,
sinarilah dengan doa dan ibadat,
agar bersemi tak hanya sesaat.
Waktu pun terus berjalan,
kita melangkah bersama dalam persahabatan.
Suka duka datang silih berganti,
namun batin yang terangkai tak kan pernah usai,
hingga bertambah satu usiamu kini.
Dewasakan tutur tabiat,
perlahan hilangkan segala buruk sifat.
Aku di sini sebagai sahabat,
kan selalu setia menjaga, menuntun, dan menguatkan.
Terucap doaku mengiring,
terbentang tanganku menolong.
Di setiap langkah hidupmu,
di segala keadaanmu.

Sopan Kepada Semua Orang



Tuan James adalah seorang pengusaha sukses yang kaya raya. Dia tinggal di sebuah rumah mewah bersama istri, dua orang anak perempuan, dam memiliki tiga orang pelayan dengan tugas masing-masing. Keluarga James memiliki seorang tukang cuci baju, seorang tukang membersihkan ruangan, dan seorang tukang masak. Walaupun mereka adalah keluarga yang terhormat, namun Tuan dan Nyonya James selalu mengajarkan kepada anak-anak mereka untuk menghargai setiap orang tanpa pandang bulu.

Nonton Aplikasi GRATIS "LAGU ANAK KAK ZEPE VOL 2" DULU YUK.... Download aplikasinya dengan klik bit.ly/1VFq9kS 




Jessy bisa mematuhi nasihat orang tuanya, sedangkan Jessa tidak mematuhinya. Jessy selalu menghargai setiap pelayan yang ada di rumahnya, sedangkan Jessa memperlakukan pelayan-pelayannya dengan baik hanya bila dia ada di depan kedua orang tuanya. Sebenarnya Tuan dan Nyonya James mengetahui kebiasaan buruk Jessa, namun mereka tidak bisa berbuat banyak, karena Jessa jarang memperlihatkan sifat buruknya itu di hadapan mereka.
Suatu hari, Tuan dan Nyonya James mendapatkan sebuah undangan pesta pernikahan seorang relasi bisnisnya. Undangan itu hanya berlaku untuk dua orang saja, karena pesta pernikahannya akan diselenggarakan secara khusus, dan akan menginap beberapa hari. Maka Tuan dan Nyonya James pun harus berangkat ke pesta pernikahan itu tanpa kedua orang anaknya.

Satu hari setelah menerima undangan pernikahan itu, Tuan dan Nyonya James pun berangkat menuju tempat pesta. Kini Jessy dan Jessa harus tinggal di rumah bersama para pelayan saja. Walaupun tidak ada orang tuanya di rumah, Jessy tetap menghargai setiap pelayannya. Berbeda dengan Jessy, sejak kedua orang tuanya tidak berada di rumah, Jessa semakin keras kepada para pelayannya.

Tiada satu mausia pun yang sempurna, termasuk pada saat melakukan sebuah pekerjaan. Pada saat Jessa merasa bahwa makanan yang dimasak oleh tukang masaknya kurang sesuai dengan seleranya, dia akan memarahi juru masaknya dengan kata-kata yang kasar. Pada saat rumahnya sedikt kotor, dan bahkan hanya sehelai daun masuk ke dalam rumahnya, Jessa akan memarahi tukang membersihkan kamar dengan keras.

Berbeda dengan Jessy, dia selalu memberikan nasihat yang baik pada para pelayannya setiap berbuat kesalahan. Jessy terkadang menasihati adiknya pada saat Jessa memperlakukan para pelayan dengan kurang baik. Namun setiap nasihat Jessy tidak pernah didengarkan apalagi dipatuhi oleh Jessa. Jessa masih saja tidak bisa menghargai setiap pelayan-pelayannya.

Jessy sangat sedih dengan perilaku adiknya itu. Dia ingin merubah kebiasaan negatif adiknya itu. Pada suatu hari, Jessy mendapatkan sebuah ide bagus dan akan dicobanya.

Di suatu pagi, seperti biasa, mereka hendak makan pagi bersama. Makanan dan minuman yang terlihat sangat lezat sudah tersedia di meja makan. Pada saat Jessy dan Jessa sudah duduk di kursi, Jessa berkata,”Kira-kira enak tidak ya...masakan yang dipasang oleh kacung kita hari ini??”

Jessy hanya terdiam sejenak mendengarkan kata-kata Jessa, lalu Jessy berkata sambil mempersilakan Jessa
makan,”Sudahlah.... Mari kita nikmati saja makanan yang ada.”

Namun baru mencicipi sedikit sup, Jessa sudah mengomel,”Masakan apa ini?? Kurang asin! Tidak ada rasanya!”
Lalu Jessa memanggil Sang Koki dengan suara keras,”Heii Sany.... Kemari kau!!”
Tidak lama kemudian, Sany pun datang menghadap Jessa,”Ada apa Tuan?” Kaya Sany dengan takut.

“Masakan apa ini?? Kenapa kurang asin??? Kalau kamu tidak becus kerja, aku akan memecatmu!!” Kata Jessa dengan marah.

Dengan terbata-bata, Jessa berkata,“Ta... ta... tapi Nona... .” Sebelum koki itu menyelesaikan bicaranya, Jessa berkata,”Sudahlah.... Tidak usah pakai tapi-tapian lagi. Sekarang masakkan aku makanan yang lain lagi!! Dan buang semua makanan yang busuk ini!!”

Jessy yang tadinya hanya diam saja lalu berkata dengan lembut,”Jessa... Taukah kamu, bila aku yang memasak semua makanan ini?? Aku memasakkannya khusus buatmu.”

Mendengar kata-kata Kakaknya, Jessa tidak bisa berkata apa-apa lagi. Jessa hanya terdiam, berdiri, lalu berjalan menuju kamar tidurnya. Dia menutup pintu kamar tidur dan tidak terdengar suara apa pun lagi dari dalam kamar.
Di hari-hari berikutnya, Jessy selalu membantu para pelayannya memasak, membersihkan ruangan, bahkan mencuci piring. Melihat hal itu, Jessa menjadi serba salah. Dia tidak bisa meluapkan kemarahannya kepada para pelayan, karena Jessy pasti juga akan ikut disalahkan. Karena pada saat Jessa memarahi para pelayannya karena suatu kesalahan, dia juga akan berhadapan dengan Kakaknya yang sangat dia hormati dan sayangi.

Dari waktu ke waktu, Jessa mengamati kakaknya yang sering bekerja bersama para pelayan. Jessy terlihat sangat bahagia bisa bekerja sama dengan para pelayan. Lama kelamaan, Jessa menjadi sadar akan kesalahannya. Sifat buruk Jessa berangsur-angsur hilang. Bila ada pelayannya yang berbuat suatu kesalahan, Jessa tidak marah-marah lagi. Jessa akan menasihati pelayannya dengan halus dan sopan. Bahkan kini Jessa mau melakukan sesuatu yang bisa dia lakukan sendiri, dan mau mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Jessy, bekerjasama dengan pelayan-pelayannya.

Jessy dan semua pelayan-pelayannya senang sekali melihat perubahan Jesssa yang sangat drastis. Satu minggu kemudian, Tuan dan Nyonya James pulang ke rumah. Jessy menceritakan semua kejadian kepada ayah dan ibunya. Tuan dan Nyonya James tentu saja sangat senang mendengarkan perubahan sifat Jessa. Sejak saat itu, keluarga James semakin bahagia daripada sebelumnya. Karena semua pelayan di rumah itu mereka anggap sebagai keluarga. Para pelayan pun semakin baik dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan mereka, karena mereka tidak dihantui oleh kemarahan-kemarahan Jessa. Para pelayan dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan mereka dengan damai dan suka cita.

Entri Populer