Kalau mau download aplikasi LAGU ANAK KAK ZEPE di Playstore silakan klik APLIKASI LAGU ANAK KAK ZEPE vol 1, dan APLIKASI LAGU ANAK KAK ZEPE vol 2

Masukkan E-mail anda (atau teman anda) buat berlangganan artikel, lagu, dan dongeng anak blog ini.

Masukkan Kata Kunci Jenis/Judul Artikel/Lagu Yang Anda Cari, lalu klik SEARCH!

Loading...

Penasaran dengan aplikasi terbaru Kak Zepe berjudul "LAGU ANAK KAK ZEPE VOL 2"?

Tonton Videonya dengan KLik --> yuk Nonton Video Klip Aplikasi LAGU ANAK KAK ZEPE VOL 2. + TEpuk Edukatif Untuk TK DAN PAUD

Yuk nonton video klip Aplikasi GRATIS  "LAGU ANAK KAK ZEPE vol 2" , dengan klik gambar di bawah ini. Kalau mau download aplika...

Aktifkan Akun FACEBOOK anda, lalu klik gambar di bawah untuk belanja Buku Pendidikan Anak dan PAUD

Agar Anak Selalu Optimis (Creative Parebting Tips / Cara Mendidik Anak Secara Kreatif )


Agar Anak Selalu Optimis
Anak yang optimis adalah anak yang percaya diri. Dia akan selalu percaya bahwa yang dia lakukan adalah baik. Dia tidak takut untuk mencoba. Bila melakukan kesalahan, dia tidak akan larut dalam perasaan bersalah. Bila mengalami kegagalan,
dia tidak akan ngembek, dan akan terus mencoba  untuk mencapai keberhasilan.

Menjadi pribadi yang optimis tentu tidaklah mudah. Membutuhkan peran serta aktif dari orang tua. Bagaimana caranya?

1.Pujian dan Penghargaan
Bila anak melakukan hal yang baik, jangan jual mahal kata-kata pujian. Meskipun yang telah dilakukan anak adalah hal  sepele menurut kita, namun bagi anak-anak itu bisa jadi sesuatu yang luar biasa. Misalnya, pada saat anak selesai bermain. Lalu anak kita mengembalikan mainan yang selesai dia mainkan ke dalam kotak mainan. Pujilah buah hati kita. Buatlah dia merasa bila apa yang dia lakukan sangatlah baik dan harus terus dilakukan. Tidak perlu kata-kata yang panjang. Cukup dengan tersenyum lalu katakana,”Wah…keren… Anak Mama memang pinter.” Atau pada saat anak mendapatkan juara kelas, kita bisa memberikan hadiah sebagai reward.

2.Teladan Positif
Lebih mudah berbicara daripada melakukan. Itulah yang kadang menjadi kebiasaan manusia. Sebagai orang tua kita juga harus belajar untuk menjadi teladan yang baik bagi anak-anak. Bila kita bisa memuji anak saat dia melakukan hal yang baik, seperti contoh poin 1, kita juga harus member contoh pula. Tentu saat kita selesai menggunakan sesuatu atau mengambil sesuatu, terutama di depan anak-anak, kita juga harus mengembalikan pada tempatnya. Agar anak tahu, setelah kita mengembalikan barang yang kita pakai, kita bisa berkata dengan suara agak keras (agar anak denger),”Lihat… Papa sudah selesai menggunakan gunting. Jadi Papa akan mengembalikan ke tempat semula.” Dengan begitu anak akan semakin sadar, bila mengembalikan barang yang telah kita pakai pada tempatnya adalah suatu kebiasaan yang baik. Hal ini juga mengurangi kata-kata yang bersifat “perintah”. Karena terlalu banyak perintah bisa membebani sang anak.

3.Menegur dan Memberi Solusi
Semua manusia pasti pernah salah. Tidak terkecuali anak kita. Bila buah hati kita melakukan kesalahan, jangan segan untuk menegur. Misalnya saat buah  hati kita mencoret-coret tembok. Pastikan teguran anda jangan terlalu keras, apalagi bila kita belum pernah menasihati kalau mencoret-coret tembok adalah hal yang tidak baik. Karena kebanyakan anak melakukan kesalahan berasal dari ketidaktahuan, bukan karena kenakalan atau kesengajaan. Bila buah hati kita kedapatan mencoret-coret tembok, hal yan harus kita lakukan adalah menegur secara halus. Agar anak juga belajar bertanggungjawab, maka kita bisa mengajak anak untuk mengecat ulang tembok yang dia coret-coret secara bersama. Kemudian, bila buah hati kita memang menyukai bidang seni rupa, kita bisa membelikannya kertas putih yang besar (misalnya kertas manila), lalu kita tempelkan ke dinding rumah. Supaya sang anak bisa menggambar di atas kertas tersebut sepuasnya. Atau kita bisa menyediakan dinding khusus (misalnya dinding belakang rumah), agar sang anak benar-benar bisa berekspresi di atas dinding beneran. Untuk membersihkannya, kita tinggal mengecatnya ulang.

4.Menceritakan Tokoh-tokoh Hebat Yang Pernah Gagal
Beberapa tokoh hebat, misalnya Albert Einstein, pernah mengalami kegagalan dan terkucilkan. Tokoh ini bisa menjadi tokoh yang inspiratif bagi anak-anak yang memberikan nilai positif. Bila kita sering-sering menceritakan kisah tokoh-tokoh hebat dengan kegagalan dan keberhasilan mereka, diharapkan anak-anak pun bisa selalu optimis. Sehingga anak-anak pun akan tahu bagaiman mereka harus bersikap saat menghadapi kegagalan.

5.Dongeng dan Lagu Anak Yang Motivatif
Dongeng dan lagu anak yang motivatif, bisa memberikan nilai-nilai moral yang baik pada anak. Ini bisa menumbuhkan pengetahuan dan kedewasaan anak. Dongeng dan lagu akan menjadi media hiburan yang menyenangkan bagi anak. Mereka bisa belajar banyak melalui otak bawah sadar mereka tentang nilai-nilai yang positif.

6.Menanamkan Nilai-nilai Agama
Nilai-nilai agama juga bisa menjadi jurus yang ampuh agar anak bisa selalu optimis. Kita bisa memberikan ayat-ayat kitab suci (sesuai dengan agama dan kepercayaan) pada sang anak. Hal ini juga bisa kita lakukan dengan menempelkan ayat-ayat kitab suci di dinding kamar anak yang berisikan hal-hal yang bisa membuat anak optimis. Mengajarkan anak berdoa sebelum melakukan aktivitas juga akan  memberikan nilai positif kepada anak.

7.Sering Mengikutkan Lomba
Semakin banyak kita mengikutkan anak pada acara lomba-lomba, maka anak akan semakin belajar bagaimana menjadi berhasil, dan bagaimana bersikap saat mengalami kegagalan. Berikan dukungan penuh pada setiap usaha anak untuk memperoleh kemenangan, dan berikan motivasi penuh saat anak memperoleh kekalahan. Yang terpenting kita, sebagai orang tua, harus selalu menemani anak dan memberikan motivasi.

8.Tidak Membanding-bandingkan dengan Saudaranya
Anak-anak akan banyak mendapatkan banyak pelajaran di dalam rumah.  Bila kita memiliki beberapa anak, jangan meng-“anakemas”-kan buat hati kita. Biasa bila kita menganakemaskan salah satu anak, maka yang akan sering kita lakukan adalah terlalu membanding-banding anak yang satu dengan yang lain. Misalnya dengan mengatakan,”Lihat… Si A aja bisa. Masa kamu nggak bisa? Si A aja selalu juara kelas, masa kamu tidak pernah?”  Hal ini akan sangat menyakitkan bagi anak, dan bisa menyebabkan anak menjadi minder. Bila di dalam rumah aja anak merasa minder, apalagi di luar rumah.  Sebagai orang tua, kita harus memahami kelebihan dan kelemahan tiap anak, dan sifat-sifat mereka. Untuk apa? Supaya kita tidak membanding-bandingkan anak hanya dalam satu persepsi saja. Misalnya, Si A bisa juara kelas. Si B tidak bisa juara kelas. Jangan menganggap Si B adalah anak yang bodoh. Namun kita harus berusaha membantu si B, menemukan kelebihannya. Bila si B jago menggambar, dukunglah si B agar bisa menggambar dengan lebih baik. Atau bila kita lihat dari sifat sang anak. Dengan menemukan kelebihan setiap anak, maka kita akan membuat mereka semakin berharga dan semakin optimis dalam menjalani hidup. Karena pada dasarnya, setiap anak akan menjadi optimis bila mereka memiliki sesuatu yang dibanggakan di depan orang tua dan teman-teman mereka.

Jadi marilah kita  sebagai orang tua, untuk memulainya dari sekarang dan melalui hal-hal kecil. Jadi janganlah kita merasa malu, segan, atau gengsi untuk memotivasi buah hati kita. Apa yang kita lakukan pada anak, akan memperngaruhi karakter dan tentu saja masa depan anak. Salam cinta  lagu2anak.


Artikel ini ditulis oleh Kak Zepe, Pencipta Lagu Anak di dalam aplikasi LAGU ANAK KAK ZEPE. Aplikasi ini bisa didownload GRATIS secara online dengan media android, Ipad, dan Ipod.Untuk mendownloadnya silakan search di GOOGLE PLAYSTORE, 
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.educastudio.kolakkakzepe1 

Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com
Post a Comment

Entri Populer