Kalau mau download aplikasi LAGU ANAK KAK ZEPE di Playstore silakan klik APLIKASI LAGU ANAK KAK ZEPE vol 1, dan APLIKASI LAGU ANAK KAK ZEPE vol 2

Masukkan E-mail anda (atau teman anda) buat berlangganan artikel, lagu, dan dongeng anak blog ini.

Masukkan Kata Kunci Jenis/Judul Artikel/Lagu Yang Anda Cari, lalu klik SEARCH!

Loading...

Penasaran dengan aplikasi terbaru Kak Zepe berjudul "LAGU ANAK KAK ZEPE VOL 2"?

Tonton Videonya dengan KLik --> yuk Nonton Video Klip Aplikasi LAGU ANAK KAK ZEPE VOL 2. + TEpuk Edukatif Untuk TK DAN PAUD

Yuk nonton video klip Aplikasi GRATIS  "LAGU ANAK KAK ZEPE vol 2" , dengan klik gambar di bawah ini. Kalau mau download aplika...

Aktifkan Akun FACEBOOK anda, lalu klik gambar di bawah untuk belanja Buku Pendidikan Anak dan PAUD

Ada Apa dengan Cinta Anak pada Lagu Anak? - Ditulis Oleh Kak Zepe, Dimuat di kesekolah.com




Saya pernah menonton sebuah program berita di sebuah stasiun televisi swasta. Dalam program berita tersebut, seorang reporter sedang mewawancarai beberapa orang anak dalam satu kelompok. Sepertinya mereka berasal dari sebuah sekolah yang sama. Pertanyaan dari reporter tersebut sama, yaitu "Lagu apa yang menjadi favorit kamu saat ini?" Dari 5 orang anak, kesemuanya menjawab lagu-lagu dewasa, misalnya lagu "Sakitnya Tuh Di Sini".

Mengapa bisa terjadi demikian?

Apakah di dalam dunia musik, anak-anak telah kehilangan jati diri mereka? Ya, saya mengalami dan merasakan pada tahun 2000-an anak-anak benar-benar mengalami kehilangan generasi yang menggemari lagu-lagu anak. Pada tahun 2000-an, lagu-lagu anak "seakan-akan" hilang dari peredaran. Artis cilik, hanya timbul sebentar, kemudian hilang lagi di dunia hiburan. Kalaupun menjadi artis, mereka akan membintangi film-film atau sinetron bertema dewasa. Apakah yang menyebabkan lagu anak kehilangan penggemar dari pihak anak-anak? Mengapa anak-anak lebih suka lagu-lagu bertema dewasa?

1. Media TV dan Radio Lebih Banyak Menampilkan Lagu Dewasa
Jarangnya acara-acara TVdan radio yang menyiarkan lagu-lagu anak, membuat anak-anak merubah haluan kegemaran mereka. Anak-anak pun masuk ke dalam dunia musik orang dewasa, dan seakan-akan tidak mengenal dunia musik anak. Di beberapa stasiun radio pun saya sering mendengar anak-anak melalui telefon merequest lagu-lagu dewasa dan bertema cinta-cintaan. Di Jogja, pernah ada sebuah radio swasta yang banyak memutar lagu-lagu anak. Namun nasibnya sungguh memprihatinkan. Radio ini sekarang telah gulung tikar.


2. Susah mencari Lagu Anak
Tidak mudah memang mencari lagu anak. Apalagi lagu anak yang baru. Kebanyakan lagu anak dalam bentuk CD atau kaset hanyalah hasil daur ulang lagu-lagu anak lawas. Hal ini tentu membuat anak-anak semakin lama menjadi semakin bosan, dan enggan menggemari lagu anak yang terkesan sudah kuno dan jadul. Meskipun beberapa album lagu anak yang baru telah terbit,namun sangat jarang ada yang terekspos media. Padahal media sangat berperan dalam mengenalkan lagu anak yang sudah launching. Mungkin bagi awak media, berita-berita seputar lagu anak bukanlah sesuatu yang menarik dan memiliki nilai jual di masyarakat.

3. Anak-anak Dewasa Lebih Cepat
Entah mana yang duluan. Apakah karena langkanya lagu anak dan acara-acara anak, lalu anak-anak menjadi dewasa lebih cepat. Atau kedewasaan anak jaman sekarang yang lebih cepat membuat mereka kehilangan gairah dalam menggemari lagu anak. Yang pasti pemikiran anak-anak jaman sekarang yang "dewasa secara instan", telah membuat anak-anak menjadi kurang berminat dengan lagu anak.

4. Lingkungan Keluarga Kurang Mendukung
Orang tua yang gemar ayam goreng tentu akan membuat buah hatinya juga gemar makan ayam goreng. Demikian halnya dengan masalah selera anak terhadap lagu anak. Bila orang tua seakan-akan cuek dan enggan mengenalkan lagu anak kepada buah hatinya, tentu anak-anak mereka pun tidak akan mengenal lagu anak. Tak kenal maka tak sayang. Bila orang tua tidak pernah mengenalkan lagu anak kepada buah hatinya, bagaimana anak-anak bisa sayang pada lagu anak?

5. Lingkungan Pergaulan Anak
Bila kita berada di mall, melewati jalan-jalan dimana banyak penjual CD, warung-warung yang suka menyetel lagu dengan keras, tentu akan sangat jarang kita mendengar mereka memutar lagu-lagu anak. Kebanyakan dari mereka lebih banyak yang memutarkan lagu dewasa ketimbang lagu-lagu anak. Hal ini tentu sedikit demi sedikit bisa membangkitkan tren tersendiri dalam dunia anak untuk menjadi tidak mengenal dunia musik anak.Anak-anak yang menyukai lagu anak malah akan terkesan kuno, cupu, dan tidak gaul.

Nonton Aplikasi GRATIS "LAGU ANAK KAK ZEPE VOL 2" DULU YUK.... Download aplikasinya dengan klik bit.ly/1VFq9kS 

 

6. Anak-anak Kehilangan Idola Anak
Sebenarnya idola anak itu ada. Namun kesalahan mereka adalah banyak yang menyanyikan lagu-lagu dewasa. Hal ini tentu membawa pengaruh buruk pada dunia musik anak. Menyanyikan lagu dewasa seperti yang dibawakan oleh anak-anakidola anak, akan terlihat lebih keren daripada anak-anak yang menyanyikan lagu anak

Ada banyak faktor yang membuat lagu anak kehilangan penggemarnya. Namun tentu kita juga tidak bisa menyalahkan produser, media, perusahaan TV, perusahaan rekaman, pencipta lagu, maupun artis cilik yang kurang berminat berkecimpung di dalam dunia lagu anak. Bagaimana pun kita juga harus melihat diri kita sendiri. Sudahkah saya memutarkan lagu anak setiap hari buat anak saya? Sudahkah saya menyanyikan lagu anak kepada anak saya? Sudahkah saya menghindarkan lagu dewasa agar tidak terdengar oleh anak-anak saya?

Sebagai pencipta lagu dan guru, saya akan tetap setia mengemban misi saya dalam membangkitkan lagu anak. Karena bagaimana pun lagu anak sangat dibutuhkan anak-anak, terutama dalam dunia pendidikan. Mari kita mulai dari diri kita masing-masing untuk mau, minimal peduli pada lagu anak. Akan lebih keren lagi bila kepedulian anda diwujudkan dalam bentuk karya nyata sesuai dengan peran, kapasitas, dan kompetensi anda masing-masing. Salam cinta lagu-lagu anak. - See more at: http://www.kesekolah.com/hiburan/lagu-anak/ada-apa-dengan-cinta-anak-pada-lagu-anak.html#sthash.TOrAw6ot.dpuf
Post a Comment

Entri Populer